27 Maret 2009

Libur 1 hari kemarin tidak saya sia-siakan, saya langsung tancap gas pergi ke Bojonegoro. Sudah lama saya berencana untuk mencoba pengobatan alternative mata yang berada di daerah sana. Atas anjuran dan informasi dari temas sekelas saya Henry yang sebelumnya sudah pernah ke sana. Dia bilang bahwa ada perubahan yang signifikan *sok intelektual* pada matanya. Yang semulanya bisa melihat dengan sedikit tidak jelas sekarang tambah tidak bisa melihat.. ahahahaha.. just kidding. So, kenapa tidak dicoba? Akhirnya saya pergi kesana bersama Ayah saya dan teman sekelasku Lia (bukan lia eden lho..) dia matanya minus jadi juga pengen coba. Perjalanan dari Surabaya menuju Bojonegoro begitu lama . Yah.. sekitar 2-3 jam gitu… Sempat muter-muter dahulu bukan karena jalan-jalan tapi nyasar… tiddaaakkk…. Mencoba untuk bertanya pada someone dan rumput yang bergoyang akhirnya kita ketemu rumahnya Haji Munaji Sang Illusionis.. eehh.. maksud saya sang tabib kalau bisa dibilang beliau juga bukan tabib. Tinggal di rumah sederhana Pak Haji tinggal bersama anaknya dan istrinya telah dipanggil duluan oleh Yang Maha kuasa ( Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un) pada 8 tahun yang lalu.

Pak Munaji orangnya sangat welcome, ramah, sederhana, bijak, lucu dan banyak lagi.. saya sempat kebingungan dengan apa yang dikatakannya.. Lha wong beliau pakai bahasa jawa alus, saya pun hanya ndowe dan cengengesan.… Sok ngerti gitu sampai-sampai saya keringat dingin. Untung aja, Ayah saya bisa bahasa jawa alus… Santai sejenak dan cerita-cerita, Pak Munaji memulai pengobatannya. Pengobatannya sangat sederhana, pertama beliau menanyakan nama saya dan mambaca doa lalu tangannya kayak ilmu tenaga dalam gitu. Setelah itu, beliau memijat-mijat daerah mata, kepala, leher dan pundak saya. Rasanya sakit banget… Saya disuruh buka mata dan lihat tulisan yang ada dibelakang kotak rokok. Sebelum terapi saya tidak kelihatan sekitar setengah meter dan setelah diterapi saya bisa melihat sampai 1 meter lebih. Bener… saya nggak bohong… Tidak berhenti disitu, beliau menyuruh saya untuk duduk di bangku dan menginjak kakinya dengan keras sambil disuruh liat tulisan belakang kotak rokok. Kalau saya injak dengan keras maka tulisanya jadi jelas dan apabila saya kendurkan maka jadi tidak jelas. Berulang kali saya disuruh melakukannya.. Terapi yang diberikan bervariasi tergantung keminusan matanya. Lia yang mata kanan kirinya minus 3 lebih, diberikan terapi agak bervariasi dan lama sedangkan saya hanya sebentar. Maklum mata kanan saya minus 2,75 dan yang kiri 0,75. Ayah saya penasaran untuk mencobanya.
Singkatnya, setelah mencoba terapi Pak Haji Munaji kami merasakan perbedaan yang jauh dari sebelumnya. Pak Haji bilang bahwa harus berulang kali tidak bisa hanya sekali. So, kami berencana akan kesana bulan depan. Dan beliau bilang kalau di kelas pusing bisa sms beliau nanti akan diobati dari jarak jauh. Oia, pasien ada juga yang minus 11 lhoo… Dan Alhamdulillah dapat berkurang secara berangsur-angsur.
Bagi yang mau kesana, alamatnya saya tidak tahu pasti yang saya tahu di jl. Basuk Rahmat (depan kantor PKB) nanti di depannya pas ada gapura.. Nah masuk kesitu.. Dan ini nomor rumahnya 0353880072 biar nggak jauh datang-datang .. ehh.. nggak ada orangnya. Maklum beliau sering ke luar kota umtuk melayani pasiennya. Sekian dan Terima Kasih. Semoga bermanfaat..


23 Maret 2009

Kematian memang tidak tahu kapan dan dimana datangnya. Mungkin ini yang sudah kehendak Allah SWT untuk mengambil nyawa seseorang. Om Rantok begitulah aku menyebut paman saya yang tinggal di Jakarta. Kira-kira 1 minggu yang lalu, Om rantok telah pulang ke Rahmatullah. Om Rantok meninggal ketika hendak menerbangkan pesawat asal Korea yang akan take off dari seoul ke Bandara soekarno Hatta. Waktu mau menuju pesawat, tiba-tiba Om Rantok jatuh dan langsung dibawa ke rumah sakit tapi sayang almarhum menghembuskan nafas terakhirnya disana.

Saya baru tahu sehari setelah meniggalnya almarhum. Hal ini membuatku sedih karena sewaktu saya berlibur ke Jakarta semasih SMP, almarhum begitu baik dengan saya. Almarhum yang begitu sayang keluarga, baik hati dan murah senyum membuat orang disekitarnya merasa nyaman. Semoga almarhum diterima disisi-Nya, diampuni dosa-dosanya, diterima amal kebaikannya. Amin… Kabar sedih juga datang kemarin (Minggu). Pak Mardi telah meninggal dunia. Pak Mardi adalah tukang bangunan yang benerin rumah saya. Alamarhum orangnya jujur, baik, kerja keras dan penuh semangat. Semoga almarhum diterima disisi-Nya, diampuni dosa-dosanya, diterima amal kebaikannya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin…

17 Maret 2009

Siapa yang tidak kenal Ponari? Pemilik nama panjang Ponari Astaman (ngawur..) ini dikenal dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan batu ajaibnya. Orang-orang begitu mengagungkan Ponari seperti dewa penolong. Pemilik Ponari Sweat (halah..) ini dikawal banyak orang, dijemput dari sekolah dan lain-lain. Pokoknya dimanja dan diistimewakan abis dah.. Hal ini tanpa didasari membuat Ponari menjadi bengal dan merasa menjadi Raja. Dan ini gambar Raja Ponari :
Photobucket
Photobucket

Photobucket
polisi aja ditendang...
Photobucket
Photobucket
Photobucket

So, bagaimana menurut anda?

14 Maret 2009

Kasih Ibu kepada beta tak terhingga sepanjang massa..
hanya memberi tak dapat kembali bagai Sang Surya menyinari dunia..
Lirik tersebut sangat bergaris lurus dengan Karolyne Smith, seorang Ibu yang rela ditato dahinya hanya untuk membayar uang sekolah anaknya. Menurut sumber, tato permanen yang terdapat di dahinya digunakan sebagai lahan iklan Website perjudian dan dia mendapat bayaran sebesar $10.000. Berikut sedikit kutipan dari Karolyne :”I really want to do this. To everyone else, it seems like a stupid thing to do. To me, $10,000 is like a million dollars. I only live once and I'm doing it for my son. It's a small sacrifice to build a better future for my son." Dan ini gambarnya :

PhotobucketPhotobucket


So sweet…. Apakah ini yang namanya kasih sayang Ibu terhadap anaknya yang terhingga? Saya jadi merasa bersalah terhadap Ibu ku karena selama ini banyak mengecewakannya secara sengaja maupun tak sengaja. Semoga dengan ini para blogger dan saya lebih baik dan berbakti kepada Ibunya. ^^