Tampilkan postingan dengan label life is beautiful. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life is beautiful. Tampilkan semua postingan

14 Oktober 2010

Sebagian orang akan memberi apabila sudah mempunyai uang yang berlebih. Ketika belum punya uang yang cukup, mereka merasa belum saatnya untuk memberi. Tidak dengan Bai Fang Li, dia menjalani hidup sebagai tukang becak. Hidupnya sederhana karena memang hanya tukang becak. Namun semangatnya sangat  tinggi, pergi pagi pulang malam mengayuh becak mencari penumpang yang bersedia menggunakan jasanya. Ia tinggal di gubuk sederhana di Tianjin, China.

28 September 2010


                Udara segar yang kuhirup…
                Pemandangan elok yang kulihat…
                Suara merdu yang kudengar…
                Jantung yang masih berdetak…
                Keluarga yang sehat…
                Orang-orang terkasih di sekelilingku…
                Kenikmatan iman ini…
                Dan masih banyak lagi yang Kau berikan…
                Yang tak terhitung jumlahnya…
                Sungguh kenikmatan tiada tara…
                Terima kasih Tuhanku…
               

10 November 2009

Seperti biasa, tukang koran mengantarkan korannya setiap hari Sabtu dan Minggu ke rumah saya. Yah.. Saya berlangganan koran Jawa Pos (JP) setiap hari Sabtu dan Minggu saja karena kalau hari biasa orang-orang rumah pada nggak ada. Di Metropolis (bagian dari Jawa Pos) ada berita yang menarik perhatian saya untuk membacanya yang berjudul Idealis, Tubagus Ismail Lepas Gaji Besar Pilih Jual Es Tebu. Penasaran kan? Saya akan memberikan cerita ringksannya kepada anda semua.
Rombong es tebu itu dikerumuni ibu-ibu muda ketika melintas di kawasan Wage, Sidoarjo. Tawa riang dan canda mereka berbaur dengan sura anak-anak yang berebut membeli. Itulah rutinitas Tubagus Muhammad Ismail menjajakan es tebunya di kawasan tersebut. Pria 39 tahun itu berbeda dengan penjual es tebu lain. Penampilannya rapi bersih dan wangi. Dengan tinggi badan sekitar 170, kulit putih, paras tampan itu jauh dari mainstream penjual es tebu keliling. Pria ramah itu tak hanya punya nilai lebih dari segi fisik tapi juga idealisme. Karena Idealisme itulah dia memilih mundur dari pekerjaannya sebagai legal staff di sebuah perusahaan rokok besar di Surabaya.Padahal, di tempat itu dia punya gaji cukup besar, Rp 10 juta per bulan. Sementara hasil jualan es tebu keliling paling besar dia dapat Rp1,5 juta per bulan. “Ini pendapat saya pribadi, bukan bermaksud memojokkan siapa-siapa,”katanya. “Saya merasa bahwa rokok adalah sesuatu yang mudharat-nya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Itulah yang membuat saya bimbang, saya bekerja di industri yang seperti it,” lanjut bapak satu anak tersebut. “Makanya, saya lebih bahagia sekarang, meski pendpatan pas-pasan. Kedamaian hati, itu yang paling penting,”sambungnya.